album cover
Ritus
1
Metal
Ritus was released on May 15, 2025 by Pancarobagh Records as a part of the album Ritus - Single
album cover
Release DateMay 15, 2025
LabelPancarobagh Records
Melodicness
Acousticness
Valence
Danceability
Energy
BPM109

Credits

PERFORMING ARTISTS
Auticed
Auticed
Performer
Ghifar
Ghifar
Saxophone
Fahmi
Fahmi
Trumpet
Dirk Marthen
Dirk Marthen
Performer
COMPOSITION & LYRICS
Muhammad Insan Kamil
Muhammad Insan Kamil
Songwriter
Indra Malik Kusuma Wardhana
Indra Malik Kusuma Wardhana
Songwriter
Alwin Norman Wistara
Alwin Norman Wistara
Songwriter
Adhi Prayoga
Adhi Prayoga
Songwriter
Dirk Marthen
Dirk Marthen
Songwriter
PRODUCTION & ENGINEERING
Toteng
Toteng
Recording Engineer
Senna Winaldy
Senna Winaldy
Mixing Engineer
Yoni
Yoni
Recording Engineer
Haikal Kharisma
Haikal Kharisma
Producer

Lyrics

Terikat simpul mati tangan kaki, badan bergantung dan terbalik
Hanya tatap, sekam kering
Melafal Mantra suci penuh lirih, darah keringat menetes dari dahi
Mungkin mati menjelang pagi
Terdengar hentakan kaki, detak nafas, suara denting belati
Dekat, berlari mendekat, merangus sembarang keji
Ia menari seperti galli, merayakan seksa, tersenyum pipih
Soleil, memburat di sela gordyn, lekas santap sajian, sembari nyalakan, nyalakan martir api
Kunci terkunci, rantai melilit, terperangkap bayang hingga pagi menggigit. (Ævinlig böl yfir yðr öllum, ó bölvaðar sálir! Blóð yðvar renni sem myrk á, ok bein yðvar brotni undir þunga synda yðvarra!)
Bumi merah menyaksikan, api-nyala, mata mendelik dan, terucap lah
Diriku takkan musnah
Melafal Mantra suci penuh lirih, darah keringat menetes dari dahi
Akan mati menuju pagi
Nafas sesak, sengap dan mati rasa
Tanah menelan darahku, tumbuh menjadi akar kebencian
Jilat bara, gerah merayap
Isak penuh tangis, malam takkan lepas dari derita
Sorai terngiang
Jerit riang, riuh gemuruh
Binal menari menginjak abu dendam yang membisu
Sorak tawa perlahan
Tubuh memudar jadi abu
Darah, bulan, basahi tanah
Malam bisu, sisa kutukan berdesah
Written by: Adhi Prayoga, Alwin Norman Wistara, Dirk Marthen, Indra Malik Kusuma Wardhana, Muhammad Insan Kamil
instagramSharePathic_arrow_out􀆄 copy􀐅􀋲

Loading...