album cover
bumi menjerit perih
album cover
bumi menjerit perih was released on July 18, 2026 by Adi abdurrohman as a part of the album T_LOW
AlbumT_LOW
July 18, 2026
LabelAdi abdurrohman
LanguageIndonesian
BPM137
Melodicness
Acousticness
Valence
Danceability
Energy

Lyrics

(Intro)
(Suara kicauan burung tiruan dari keyboard, perlahan hilang digantikan raungan gergaji mesin... lalu masuk bass line reggae yang berat dan sedih)
Yo... dengar tangisan bumi...
Hijau yang dulu rimbun, kini gersang tak bertepi...
Ke mana perginya paru-paru dunia?
Yeah, man... bangkit dan sadarlah! (Verse 1)
Pohon-pohon raksasa tumbang satu per satu
Suara gergaji mesin berisik tak tahu waktu
Hutan rimba yang hijau kini jadi gundul
Meninggalkan tanah kering yang penuh dengan debu Satwa-satwa berlarian kehilangan rumah mereka
Gajah, harimau, orang utan menjerit menderita
Mereka tak punya tempat lagi untuk berlindung
Karena keserakahan manusia yang tak lagi dibendung (Chorus)
Heii... hutan digunduli, bumi menjerit perih!
Demi tumpukan uang, alam kau bikin mati!
Oksigen berganti polusi, hijau berganti sepi
Saat banjir dan longsor datang, baru kau menyesal nanti!
Wo-o-o-yo... hentikan pembabatan ini! (Verse 2)
Hutan adat dibabat, korporasi merajalela
Izin lahan diobral oleh mereka yang punya kuasa
Sawit dan tambang ditanam di atas tangisan alam
Membuat masa depan anak cucu kita menjadi kelam Cuaca makin panas, mata air mulai kering
Siklus alam yang indah kini sudah tak seiring
Kalian makan uangnya, rakyat yang tanggung dampaknya
Menatap tanah leluhur yang hancur tak tersisa (Chorus)
Heii... hutan digunduli, bumi menjerit perih!
Demi tumpukan uang, alam kau bikin mati!
Oksigen berganti polusi, hijau berganti sepi
Saat banjir dan longsor datang, baru kau menyesal nanti! (Bridge)
(Tempo melambat, suasana dub, gema perkusi terdengar magis dan mendalam)
Alam bisa hidup tanpa manusia...
Tapi manusia takkan bisa hidup tanpa alam raya...
Jika pohon terakhir telah tumbang, dan sungai terakhir telah beracun...
Baru kau sadar bahwa uang tak bisa kau makan di liang kubun!
(Jah Rastafari! Jaga bumi, jaga kehidupan!) **[Guitar Solo / Beat Drop]**
(Distorsi gitar ala alternative rock berpadu dengan ketukan trap yang intens, membangun klimaks emosi)
(Guitar & Melodica Solo - Deep Roots Reggae) (Chorus)
Heii... hutan digunduli, bumi menjerit perih!
Demi tumpukan uang, alam kau bikin mati!
Oksigen berganti polusi, hijau berganti sepi
Saat banjir dan longsor datang, baru kau menyesal nanti! (Outro)
Hijaukan kembali... tanam kehidupan lagi...
Hentikan kapak dan gergaji yang merusak bumi...
Hormati alam, maka alam akan menjagamu...
Yeah... lestarikan hutan, selamatkan masa depanmu...
Wo-o-o-yo... biarkan pohon-pohon kembali tumbuh tinggi.
(Fade out dengan sisa ketukan drum yang melambat dan efek echo suara alam)
Written by: Adi Abdurrohman
instagramSharePathic_arrow_out􀆄 copy􀐅􀋲

Loading...